1 menit bersama sibawaih


           Sibawaih adalah nama panggilan untuk Amru bin Utsman Al-Harits Abu Basyar. Sibawaih artinya ‘aroma apel’. Diriwayatkan bahwa ketika beliau lahir, aroma apel semerbak di kamar tempat beliau lahir. Ada juga yang mengatakan tubuh Sibawaih selalu mengeluarkan aroma apel. Sejak itu dia dijuluki Sibawaih.
Pada suatu hari, Sibawaih menerima keterangan hadits dari gurunya, Hammad yang berbunyi :
لَيْسَ مِنْ أَصْحَابِى إِلاَّ مَنْ لَوْ شِئْتَ لأَخَذْتُ عَلَيْهِ لَيْسَ أَنَا الدَّرْدَاءِ
Sibawaih langsung menyanggah sambil berkata :
لَيْسَ أَبُوْ الدَّرْدَاءِ
Dia menduga lafazh Abu Darda adalah isim laisa. Gurunya langsung menimpali: kamu salah wahai Sibawaih. Bukan itu yang kamu maksudkan, tetapi lafazh laisa disini adalah istitsna ! Maka Sibawaih langsung berkata: “Tentu aku akan mencari ilmu, dimana aku tidak akan salah membaca.” Akhirnya Sibawaih belajar ilmu nahwu kepada Khalil sampai menjadi ilmuwan terkenal.
Cerita lain mengisahkan, bahwa suatu ketika Sibawaih bersama jama’ah lainnya sedang menulis suatu hadist nabi, sementara gurunya, Hammad sedang mendiktekan hadis mengenai kisah shafa: صعد رسول الله الصفا  (Rasulullah turun ditanah shafah). Sibawaih langsung menyanggahnya dan berkata: الصفاء . maka gurunya berkata: ahai orang Persia, jangan katakan “ ash-shafa’a”, karena kalimah ash-shafa’ah adalah isim maqshur.” Ketika pengajian selesai, Sibawaih langsng memecahkan penanya, sembari berkata: “Aku tidak akan menulis suatu ilmu pengetahuan sampai akau dapat mematangkan dahulu dalam bidang bahasa arab”. Mungkin, hikmah dibalik dua kejadian itulah yang membuat Sibawaih sangat serius mempelajari nahwu, dan akhirnya menjadi pakar nahwu terkenal.

Komentar