Tentang pendidikan
Tentang pendidikan
Proses kegiatan pendidikan merupakan
pelayanan terhadap fitrah manusia sebagai makhluk yang memiliki keyakinan
terhadap zat yang maha suci , kemampuan
dan perkembangan jiwa , kemampuan akal pikiran (cultural aspect). Melalui
pendidikan, pengetaahuan, ilmu dan kemampuan teknologi manusia (cultural
aspect) makin berkembang dan meningkat, dalam upaya memanfaatkan sumber daya
lingkungan menjadi kebutuhan hidup (economic aspect). Keberlangsungan proses
kegiatan pendidikan memberdayakan manusia menjadi sumber daya manusia , tidak
dapat terlepas dari konteks antar manusia (social aspect), dukungan biaya,
prasarana – sarana (economic aspect) dan kebijakan-kebijakan administrasi
(political aspect) dan lain-lainnya. Proses kegiatan pendidikan sebagai
pelayanan dan pewarisan pengetahuan, ilmu, teknologi, serta nilai-nilai
(cultural aspect) , berkembang dari waktu ke waktu (temporary aspect), yang
menjadi landasan kemajuan inovasi pendidikan. Proses perkembangan pendidikan
dari waktu ke waktu (historical aspect), menjadi indikator dinamika (maju,
mandeg, mundur) pendidikan. hal tersebut menjadi landasan kajian lebih lanjut
tentang visi, misi dan tujuan pendidikan. Manusia yang membutuhkan pelayanan,
tersebar di tempat-tempat yang berbeda-beda yang
menuntut pelayanan yang juga berbeda-beda. di sini dituntut pendekatan regional
(regional approach) sesuai dengan kondisi geografis masing-masing. Proses
kegiatan pendidikan memcapai tujuan memberdayakan manusia menjadi sdm sesuai
dengan fitrahnya sebagai makhluk tuhan yang maha kuasa, menuntut adanya
kelembagaan (institute) dan kepemimpinan yang mengelola kemajuan serta
keberlangsungannya (social, cultural, political aspects). Proses kegiatan
pendidikan yang serasi dengan tuntutan kemajuan, ancaman, tantangan, hambatan
dan gangguan, menuntut adanya program yang dinamik yang mampu mensikapi,
mengantisipasi serta mengakomodasi segala kemajuan dan ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan tadi. Proses kegiatan pendidikan sebagai suatu pemberdayaan
, menuntut keterlibatan semua pihak (orang tua, masyarakat, pemerintah) dalam
menjamin keberhasilan mencapai/merealisasikan tujuan. Pendidikan sebagai suatu
sistem, berkarakter multidimensional, multiaspek, multidisiplin, interdisiplin,
dan lintas disiplin (lintas sektoral).
Komentar
Posting Komentar